Petakan Gerakan Keagamaan Mahasiswa Prodi PAI UIN Mataram Jalin Kerjasama dengan Balai Litbang Keagamaan Semarang

Semakin menguatnya demokratisasi yang didukung oleh kemajuan teknologi berdampak terhadap keragaman gerakan dan ideologi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Joko Tri Haryanto, peneliti Balai Litbang Keagamaan Kemenag Semarang, dalam pengantarnya pada Focus Group Discussion di Ruang Sidang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram. Lebih lanjut, Joko mengatakan, akses pengetahuan keagamaan di Perguruan Tinggi Islam tidak lagi bertumpu pada dosen keIslaman, melainkan sudah menyebar ke luar melaui berbagai sumber, terutama media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Saparudin, Ketua Prodi PAI UIN Mataram memaparkan, bahwa pasca reformasi tahun 1998 yang diperkuat kebebasan berekspresi memiliki kontribusi terhadap lahirnya berbagai gerakan keagamaan baik yang moderat, sekuler, konservatif, bahkan radikal. Kondisi ini berpengaruh terhadap keragaman pola dan keragamaan mahasiswa di UIN Mataram. Belakangan diketahui ada beberapa gerakan dan afiliasi keagamaan mahasiswa di UIN Mataram, dapat disebutkan misalnya, HTI (eks HTI), KAMMI, PMII, HMI, IMM, HIMMAH NW, IPNU/IPPNU, Persatuan Pelajar Indonesia, LDMI, afiliasi Salafi, dan Jama’ah Tabligh, dan sebagainya.   

Dalam sesi penyampaian materi, Agus Susanto selaku narasumber mengidentifikasi adanya perubahan-perubahan yang mendasar dalam gerakan mahasiswa sebelum reformasi dan pasca reformasi. Sebelum reformasi gerakan mahasiswa lebih fokus ke gerakan perubahan sosial dan politik, sedangkan pasca reformasi tidak hanya sosial politik, tapi juga gerakan keagamaan yang semakin meluas dan variatif. Semakin terbukanya gerakan transnasional semisal HTI, Salafi, MMI, Jama’ah Tabligh, FPI, dan Syi’ah dengan tokoh masing-masing memperkuat kecenderungan keragaman gerakan keagamaan mahasiswa di perguruan tinggi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *